Museum Radya Pustaka Foto #1

Museum Radya Pustaka Surakarta

Alamat : Jl. Brigjen Slamet Riyadi 275, Sriwedari, Laweyan,Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141 Indonesia
Telepon : (0271) 712306

Konon ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri. Pertama, kaburkan sejarahnya; Kedua, hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu hingga tidak bisa lagi diteliti dan buktikan kebenarannya; Ketiga, putuskan hubungan mereka dengan leluhur, dengan mengatakan bahwa leluhurnya bodoh dan primitif.

Museum merupakan sebuah tempat dimana terdapat koleksi benda-benda penemuan yang memiliki sejarah dan hanya satu-satunya. Museum dapat dikatakan sebagai tempat wisata edukasi, dimana pengunjung selain melakukan darma wisata juga dapat belajar sesuatu dan paling tidak mengenal mengenai sejarah dari generasi ke generasi, setiap kota atau daerah tentu memiliki museum untuk menggambarkan sejarah dan kebudayaan kota tersebut begitu pula dengan kota Solo, terdapat dalah satu museum yang telah ada sejak tahun 1890 bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia yaitu Museum Radya Pustaka.

Museum Radya Pustaka terdapat di pusat kota yaitu di Jl. Slamet Riyadi yang merupakan jalur utama di Kota ini, dan dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono IX oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tanggal 28 Oktober 1890. Semula museum ini bernama Paheman Radyapustaka, secara terminologis, paheman artinya tempat berkumpul, radya berarti raja/negara, dan pustaka artinya buku atau kitab. Terdapat ratusan buku klasik milik Keraton Kasunanan Surakarta, yang merupakan karya para raja dan pujangga istana, tersimpan di dalamnya.

Berkunjung ke Museum Radya Pustaka sama dengan menikmati suasana koleksi-koleksi di dalamnya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Dari ruang ke ruang pengunjung dapat menyaksikan koleksi pustaka benda-benda peninggalan sejarah Nusantara, khususnya dari Jawa. Pengunjung dapat dengan dekat melihat arca, patung, artefak, senjata tradisional, wayang, alat kesenian tradisional.

Dari pintu gerbang menuju halaman depan disambut dengan patung dada R. Ng. Rangga Warsita, Ia adalah seorang pujangga Keraton Kasununan Surakarta yang termahsyur. Di depan dan dibelakang patung dapat ditemukan sebuah prasasti yang seluruhnya ditulis dengan aksara Jawa. Patung tersebut diresmikan pada tahun 1953 oleh Presiden Indonesia saat itu, Ir. Soekarno. Hanya membayar harga tiket masuk yaitu sebesar Rp. 5000,- pengunjung dapat berkeliling museum. Museum Radya Pustaka menyimpan sekitar 10.000 jenis koleksi museum, termasuk 173 arca batu dan perunggu, diantaranya merupakan sumbangan Sri Susuhunan Paku Buwono IX dan X, KGPAA Mangkunegara VII, KRA Sosrodiningrat IV, GPH Hadiwidjojo, serta sejumlah penyumbang lainnya dengan semangat bersama untuk menumbuhkembangkan kebudayaan, termasuk upaya konservasi benda-benda pustaka.

Museum Raday Pustaka Memiliki 11 ruang pamer yaitu Ruang Arca Batu, Ruang Ethnografika, Ruang Keramik, Ruang Memorial, Ruang Miniatur, Ruang Numismatika, Ruang Perpustakaan, Ruang Perunggu, Ruang Rajamala, Ruang Tosan Aji dan yang terakhir adalah Ruang Wayang. Museum buka setiap hari selasa sampai dengan minggu jam 08.30 – 14.00, kecuali hari jumat buka jam 08.30 sampai dengan jam 11.30.