Masjid Pura Mangkunegaran

Keindahan Masjid Pura Mangkunegaran, Solo

Masjid Pura Mangkunegaran berada di dalam lingkungan Pura Mangkunegaran, tepatnya Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Para wisatawan dapat menikmati keagungan masjid ini dan sekaligus keindahan ukir-ukiran kaligrafi yang digambar mulai dari depan gapura masjid hingga kedalamnya. Untuk menuju ke masjid ini karena masjid ini berada di tengah kota jadi akses yang dapat ditempuh untuk masuk kesini sangat mudah. Dari Slamet Riyadi dapat pergi ke Mangunegaran menggunakan jasa angkutan umum dan setelah itu kita dapat berjalan kaki ke Masjid Pura Mangkunegaran. Juga bisa lewat pasar Triwindu.

Banyak sekali keistimewaan yang dapat kita temukan disini, karena begitu kita masuk gapura depan masjid kita akan merasakan hawa yang menyejukkan hati dan menenteramkan jiwa kita. Dengan begitu bisa lebih memudahkan kita lebih fokus mendekatkan diri ke Sang Khalik. ^_^
Area masjid seluas 4.200 meter persegi ini kita akan disambut oleh tembok gapura dengan ukiran ayat-ayat Al-qur’an yang membentuk kerucut.
Terdapat 2 gapura yang dari luar nampak kembar. Gapura pertama berada di tepi jalan dengan ukuran yang cukup besar. Gapura ini berfungsi sebagai jalan masuk menuju halaman masjid. Gapura kedua bentuknya lebih kecil dan merupaan pintu serambi masjid.

Masjid Pura SoloArsitektur Masjid Pura Mangkunegaran mengikuti aritektur Masjid Demak. Hal ini dapat dilihat dari atap tumpang bertingkat dengan puncak
berupa mustaka masjid dan memiliki serambi. Masjid Pura Mangkunegaran memiliki serambi depan yang disangga oleh 18 tiang. Diserambi ini terdapat
sebuah bedug yang diberi nama Kyai Danaswara. Pada salah satu sisi masjid terdapat bangunan yang disebut Maligin yang diabngun oleh KGPAA Mangkunegara V. Bangunan dengan bek unik ini digunakan untuk melasanakan khitan para putra kerabat Mangkunegaran.

masjid puraKeunikan yang lain dari Masjid Pura Mangkunegaran adalah nukilan-nukilan ayat Al-Quran maupun Hadits yang menghiasi beberapa bagian masjid. Selain gapura pertama dan kedua, kaligrafi Arab tersebut juga dapat disaksikan pada pintu-pintu masjid, jendela, serta saka guru ( tiang utama ) masjid. Ruang utama masjid merupakan ruang dengan 4 saka guru (tiang utama) da 12 tiang tambahan. Tiap-tiap tiang tersebut berhiaskan kaligrafi Arab. Salah satu nukilan hadits yang terdapat pada salah satu tiang masjid ini berbunyi: ” Siapa yang membangun masjid ini untuk Allah, maka Allah akan mendirikan sebuah rumah untuknya di surga kelak”( Abdul Baqir Zein, 1999:203).